dyaheka

Welcome to my blog..

Friday, September 08, 2006

Macam-macam..


Hmmmm...macam-macam saja yang terjadi belakangan ini. Sudah lama tidak menulis disini, sebenarnya banyak yang terjadi yang seharusnya ter-record di blog ini. Tapi saya malas sekali menulis. Hari ini mood sedang ada..pekerjaan sedang menunggu, jadinya ada waktu buat menulis.

Kata orang selalu ada hikmah dari setiap kejadian. Saat ini saya sedang berharap begitu. Masalah saya dengan Bapak dan adik2 tak ada habisnya. Masalah dengan suami juga begitu. Perkawinan itu misteri yang luar biasa. Saya ini menikah sudah lebih dari 7 tahun, sebelumnya pun saya sudah pacaran dengan calon suami selama 9 tahun. Bayangkan betapa lamanya..seharusnya saya sudah mengenal dia lebih dari apa pun. Tapi ternyata tidak... Sifat dasar manusia memang tidak berubah...tapi keinginan dan hal2 di sekitar ego selalu mempengaruhi. Duh sulitnya mengerti perasaan manusia :)
Hal2 yang kita anggap sepele..ternyata berdampak luar biasa buat orang lain. Kadang2 kejujuran juga tidak membantu. Padahal katanya terus terang lebih baik daripada berbohong..
Saat ini semua hal seperti benang kusut di kepala saya. Hutang yang tidak ada habisnya, tagihan2 rumah tangga, keperluan suami, urusan Bapak, sekolah Nabila, kesehatan Rafi, dikejar target iklan, arisan, ibu mertua, kakak ipar, adik-adik, urusan dengan Bos, mobil, rumah, mesin cuci yang rusak, pembantu yang selalu pulang lebih cepat, menu masak setiap hari, bensin, handphone error, dan masalah2 lain yang tidak sempat lagi saya pikirkan. Ya ampun, bagaimana saya bisa bertahan dengan itu semua ya?
Saya berusahaaaaaa berpikiran positif..tertawa katanya bisa jadi obat stress..maka saya tertawa setiap hari. Termasuk menertawakan diri sendiri.
Untung Allah masih sayang sama saya..saya masih dikasih nikmat sehat. Biarpun kadang2 sakit sekedar masuk angin atau flu. Dan saya masih bersyukur masih punya penghasilan, paling tidak sebagian hutang bisa terhapus.
Kalau sedang susah hati seperti ini, saya terus teringat sama ibu. Bagaimana dia dulu terus bertahan di tengah badai rumah tangga orang tua saya. Seharusnya saya bisa (bertahan), karena keadaan kami lebih baik.
Menulis disini banyak membantu saya melepaskan penat saya. Apalagi saat susah begini, sulit mencari teman berbagi yang benar2 bisa mengerti.
Itulah sebabnya, saya sedang menunggu hikmah dari semua kejadian yang saya alami saat ini.
Saya ada ide, daripada mengeluh, sebaiknya melihat lagi apa yang sudah saya miliki dan patut saya syukuri.List yang patut saya syukuri:
1. Saya punya 2 anak yang lucu2, sehat dan pintar
2. Saya sehat dan gemuk (hihihi)
3. Masih bisa beli mobil biarpun nyicil
4. Ada rumah buat berteduh
5. Penghasilan saya cukup baik
6. Suami taat beragama dan (mestinya) nggak macem2 :)
7. Saya mencintai pekerjaan saya
8. Tempat saya bekerja adalah perusahaan yang cukup establish
9. Saya punya banyak teman untuk tertawa bersama
10. Saya masih bisa tertawa
11. Saya bisa beli makanan dan minuman yang saya suka setiap hari
12. Saya bisa mendengarkan musik yang menenangkan hati
wah..masih banyak dan panjang listnya..
Biarpun macam-macam yang terjadi dalam hidup saya..tak apa lah. Mungkin itu yang membuat hidup saya banyak "warna" nya.

Monday, June 12, 2006

Rafi Ahmadi

Anak saya yang kedua sudah lahir. ..17 Maret 2006. Kami beri nama dia Rafi Ahmadi Irawan, nama pemberian ayahnya. Rasanya luar biasa punya anak yang kedua ini...tidak seperti kelahiran nabila...yang ini sudah lebih dipersiapkan..jadi saya tidak mengalami "baby blue".
Anak saya berkulit putih...wajahnya mirip saya..ha..ha.. lahir dengan berat 3,4 kilo..wajahnya lucu dan setiap orang yang melihat dia langsung jatuh cinta.
Sekarang usianya hampir 3 bulan...kenaikan beratnya sungguh luar biasa...beratnya sekarang 6,5 kilo!
Padahal saya hanya memberi dia ASI saja...saya memang sudah bertekad untuk memberi ASI ekslusif selama mungkin. Belajar dari pengalaman Nabila..ASI ekslusif sangat banyak manfaatnya. Nabila sering sakit karena kurang pemberian ASI-nya. Berat badannya juga tidak bertambah secara signifikan. Makanya untuk Rafi saya sudah bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.
Saat saya harus masuk kantor lagi...berat rasanya ninggalin dia di rumah. Duh..pingin rasanya nggak usah kerja lagi. Tapi saat ini belum bisa...masih banyak "mimpi" yang harus dibayar... hehehe..
Sabar ya Rafi...

Tuesday, February 21, 2006

15 menit saja

Cuma 15 menit aku mampir di rumah orang tuaku..dan 15 menit itu langsung membuyarkan konsentrasi dan mengubah pandangan hidupku.
Ya ampun...betapa selama ini aku kurang betul memperhatikan Bapak..betapa banyaknya dalam hidupku aku menyakiti hatinya. Betapa kesepiannya dia dan betapa sulitnya dia saat in menjalani hidupnya.
15 menit itu membuat aku merenung..sekaligus sakit kepala. Karena aku tau..tak banyak yang bisa diperbuat. Aku sendiri masih kepayahan..mencoba untuk bertahan dan memperbaiki kebocoran2. Kami semua dulu terlalu mengandalkan Ibu. Dan sekarang sangat terasa bahwa tanpanya..kami sulit menghadapi Bapak.
15 menit itu..aku berharap masih bisa membantunya...walau sedikit.

Tuesday, February 14, 2006

Aku menunggu waktu..

Bayiku akan lahir sebentar lagi...sekitar 3 mingguan. Cepat sekali rasanya waktu. Badan rasanya sudah sangat lelah dan tidak lincah..pinginnya tidur melulu..ha.ha.. emang bawaannya males niy. Bayiku yang sekarang agak kecil, nggak seperti kakaknya yang super besar di perut. Dokter menyarankan untuk operasi lagi karena si adik nggak bisa diam dan terlilit ari2..aduh..pasti ni anak mirip bila deh...
Tapi membayangkan bakal dapat "hadiah" rasanya senang betul..dan agak tidak sabar.
Lagian pengalaman mengurus anak lelaki pasti lain dari anak perempuan..

Thursday, December 15, 2005

Bapak

Kata orang aku banyak kesamaan dengan Bapak. Tapi dalam banyak hal aku tidak begitu menyukainya..seperti sifatnya yang sering menghakimi dan lebih suka men-doktrin ketimbang berdiskusi dan merangkul. Aku nggak mau jadi orang kayak gitu..
Dulu waktu Ibu masih ada..Bapak nyaris tidak pernah diperhitungkan, kecuali untuk menjaga perasaan Ibu saja. Bahkan pada saat2 terakhir sebelum Ibu pergi, aku masih berselisih paham dengan Bapak.
Tapi saat ini..betapa aku kasian sama Bapak. Setelah Ibu nggak ada..dia seperti kehilangan arah. Sifatnya sedikit banyak belum berubah..dia masih ingin terus menerus ikut campur dan mengatur hidup anak2-nya..tapi dibalik itu semua aku mengerti apa yang dia rasakan. Bapak pasti kesepian..dia sering bertanya, apakah Ibu hidup bahagia sama Bapak semasa hidupnya? Karena Bapak baru menyadari betapa selama ini Ibu-lah yang menjadi tiang hidup keluarga kami.
Aku berusaha untuk terus men-support Bapak dan menjadi teman bicara. Aku sendiri merasakan kehilangan yang sangat sejak kepergian Ibu..bahkan rasa kehilangan itu tidak bisa aku deskripsikan..sehingga seringnya aku menangis karena merasa kangen sama Ibu. aku jadi bisa memahami perasaan Bapak..seperti tiba2 ada yang hilang dari hidupnya.
Kadang suka kesal aku sama adik2..karena tidak bisa bertoleransi dan memberikan ruang buat Bapak di hidup mereka. Apapun yang dikatakan Bapak saat ini, itu adalah wujud dari kesepian dan kesendiriannya. Seharusnya mereka mengerti..tapi seringnya, yang aku dengar adalah keluh kesah dari Bapak bahwa mereka sulit diajak bicara. Aku juga tau bahwa adik2 ku punya cara sendiri..tapi saat Bapak membutuhkan mereka, hanya untuk bicara, mereka tak ada.
Aku tidak mau menghabiskan masa tua nanti dengan cara yang menyedihkan. Mudah2-an anak2ku nanti bisa menjadi permata dalam hidup kami..dan mudah2-an aku juga bisa menjadi penyangga dan panutan buat mereka nantinya.

Wednesday, November 30, 2005

Nabila..

Anak saya Nabila adalah hal terbaik yang diberikan Allah sama saya. Setiap hari melihat dia tumbuh adalah satu kebanggaan yang sangat mengharukan. Anak saya ini termasuk anak yang bisa membuat hati orang luluh dalam sekejap..kemampuannya untuk berkomunikasi sangat baik. Setiap hari ada saja pertanyaan yang dia ajukan.

Kemarin malam dia dan saya rebutan nonton TV..saya mau nonton satu2-nya sinetron yang saya suka "Malin Kundang" sementara dia mau nonton yang lain. Waktu akhirnya saya ngambek karena saya selama ini selalu mengalah untuk acara TV..dia berusaha membujuk saya. Akhirnya dia menangis karena saya masih juga ngambek. Ha..ha.., lucu sebenernya waktu dia memeluk saya..keliatan betul dia takut saya terus ngambek dan nggak mau bicara sama dia lagi. Saya jadi agak melunak...

Dia senang sekali berteman...seperti saya dan bapaknya. Saya dan suami kadang seperti sedang melihat kaca kalo liat tingkah laku Nabila.

Kadang perasaan saya kepada anak saya ini bisa jadi ketakutan tersendiri. Takut kalo saya menjadi over protective dan kehilangan obyektivitas jika suatu waktu titipan Allah ini harus saya relakan...baik kalo nanti dia sekolah yang jauh, berjodoh atau yang lainnya.

Ya Allah..saya titipkan keselamatannya padaMU dan jadikanlah ia selalu permata dalam keluargaku dan selale berada di jalan MU. Amin.

Wednesday, November 23, 2005

Anakku katanya lelaki..

Wah..sudah 23 minggu. Terakhir periksa, berat badan saya sudah mulai naik , tapi kata dokter masih dalam tahap normal. Dia cuma concern dengan tekanan darah saya yang rendah dengan berat badan yang cukup berat. Dokter meminta saya untuk tes darah..tapi belum punya uang euy..he..he.. karena tes darah ternyata cukup mahal.
Hasil USG bilang anak saya kelak laki2..ha..ha..ha.. saya tidak berani berharap banyak..mengingat nabila dulu juga disangka laki2 tapi meleset. Apapun yang diberikan Allah..Alhamdulillah...karena anak buat saya, entah itu perempuan atau lelaki, adalah nikmat yang tak terkira... Saya jadi tambah nggak sabar nunggu si bayi lahir.. :)